Buku Kedung Kebo

Buku Kedung Kebo Athenaeum

English

In 1842/43 the first bupati of Purworejo, Raden Adipati Cokronegoro I (1779-1862; in office 1831-56), with the help of one of Prince Diponegoro’s former field commanders in eastern Bagelen, Basah Kerta Pengalasan (c. 1795-post March 1866), composed a chronicle on the Java War and its antecedents from the vantage point of Cokronegoro himself.

This chronicle is known as the​ Buku Kedung Kebo (Chronicle of the Buffaloes’ Watering Hole) after the site of the Dutch Benteng on the eastern bank of the Kali Bagawanta (river of the Begawans so named after the main holy men who lived along its upper reaches in the Hindu-Buddhist era).

Indonesia

Pada tahun 1842/43 bupati Purworejo yang pertama, Raden Adipati Cokronegoro I (1779-1862; menjabat 1831-56), dengan bantuan salah seorang mantan komandan lapangan Pangeran Diponegoro di Bagelen timur, Basah Kerta Pengalasan (sekitar 1795-pasca Maret 1866), membuat sebuah babad mengenai Perang Jawa dan latar belakang perang tersebut dari sudut pandang Cokronegoro sendiri.

Babad ini dikenal dengan nama Buku Kedung Kebo (Kisah Kubangan Kerbau) yang diambil dari nama Benteng Belanda yang terletak di sebelah timur tepi sungai Kali Bogowonto (sungai kaum Begawan yang namanya diambil dari orang-orang suci yang tinggal di sebelah atas pada masa Hindu-Buddha)

Read more