Home » Babad Diponegoro Rusche’s Edition

Babad Diponegoro Rusche’s Edition

Organisasi Jong Sumatranen Bond
English

These two volumes are the transliterations (romanized versions) of the two-volume Babad Dipanagara (autobiography of Prince Diponegoro of Yogyakarta, 1785-1855, leader of the Java War, 1825-30) published by Albert Rusche & Co in Surakarta, first published in 1908-9 with a second printing in 1917. They were prepared for Mr Muhammad Yamin, (1903-1962), a prominent nationalist leader, who had been tasked by the Japanese military administration in Indonesia (1942-45) with preparing a biography of Diponegoro from a nationalist perspective. This was duly published in June 1945, but after the war and during the Indonesian War of Independence/ Revolution (1945-49), Yamin revised his text and included new sources one of which was the Rusche edition of Diponegoro’s autobiography. A senior Surakarta court official, KRT Tirtodiningrat, was tasked with making this transliteration in 1946, and Yamin’s revised text was ultimately published by the Yayasan Pembangunan in Jakarta in 1951 under the title ‘Sedjarah Peperangan Dipanagara: Pahlawan Kemerdekaan Indonesia’. This two-volume handwritten transliteration was given to the Javanese language and literature expert, Professor CC Berg (1899-1990), who was in Surakarta after the war, and he was tasked with advising Yamin on the contents of the Diponegoro autobiography. In 1970 on his retirement from Leiden University Prof Berg gave these handwritten transliterations to Peter Carey for his Oxford DPhil thesis research in Diponegoro (‘Pangeran Dipanagara and the Making of the Java War, 1825-30’) which was successfully defended in Oxford in November 1975. The transliteration made by Tirtodiningrat is interesting evidence of a living historical tradition and the willingness of copyists to omit selective sections of the original text. This happened in Tirtodiningrat’s case when he omitted in its entirety the whole episode of the secret correspondence between Surakarta and Yogyakarta in March 1812 aimed at coordinating the two south-central Javanese courts resistance to the British. The history of this secret correspondence is given on pages 32-33 of volume I of the Rusche edition, but was entirely omitted by Tirtodiningrat because he thought it reflected badly on his court of Surakarta. The Yamin manuscript copies will eventually be given to Leiden University Library as part of their CC Berg collection.

Indonesia

Kedua jilid ini adalah transliterasi (versi yang diubah ke huruf romawi) dua jilid Babad Diponegoro (autobiografi yang ditulis oleh Pangeran Diponegoro dari Yogyakarta, 1785-1855, pemimpin Perang Jawa, 1825-30) yang diterbitkan oleh Albert Rusche & Co di Surakarta, pertama diterbitkan pada 1908-9, dan cetakan kedua pada 1917. Kedua transliterasi ini dibuat untuk Tn. Muhammad Yamin (1903-1962), seorang pemimpin nasionalis terkemuka, yang ditugaskan oleh pemerintahan militer Jepang di Indonesia (1942-45) untuk menyiapkan sebuah biografi Diponegoro dari sudut pandang nasionalis. Biografi ini pun diterbitkan pada bulan Juni 1945, tetapi setelah perang dan pada masa perang Kemerdekaan/Revolusi Indonesia (1945-49), Yamin merevisi tulisannya dan menambahkan sumber-sumber baru, yang salah satunya adalah autobiografi Diponegoro edisi Rusche ini. Seorang pejabat keraton Surakarta senior, KRT Tirtodiningrat, ditugaskan untuk membuat transliterasi ini pada tahun 1946, dan tulisan revisi Yamin pun diterbitkan oleh Yayasan Pembangunan di Jakarta pada tahun 1951 dengan judul ‘Sedjarah Peperangan Dipanagara: Pahlawan Kemerdekaan Indonesia’. Kedua jilid transliterasi yang ditulis tangan ini kemudian diberikan kepada ahli sastra dan bahasa Jawa, professor CC Berg (1899-1990), yang tinggal di Surakarta setelah perang selesai, dan dia ditugaskan untuk menjadi penasihat Yamin mengenai isi dari autobiografi Diponegoro ini. Pada tahun 1970, setelah ia pensiun dari Universitas Leiden, Prof. Berg memberikan transliterasi tulisan tangan ini kepada Peter Carey untuk penelitian tesis S3 Oxfordnya mengenai Diponegoro (‘Pangeran Dipanagara and the Making of the Java War, 1825-30’) yang berhasil dipertahankan di Oxford pada bulan November 1975. Transliterasi yang dibuat oleh Tirtodiningrat adalah bukti yang menarik mengenai tradisi sejarah yang hidup dan kesigapan para penyalin untuk menghilangkan beberapa bagian dari tulisan aslinya. Penghilangan ini dilakukan oleh Tirtodiningrat ketika ia menghilangkan keseluruhan peristiwa mengenai surat-menyurat rahasia antara keraton Surakarta dan Yogyakarta pada bulan Mei 1812 untuk bekerja sama dalam mempertahankan kedua keraton tersebut melawan serangan Inggris. Sejarah mengenai surat-menyurat rahasia ini tertera dalam halaman 32-33 di jilid 1 edisi Rusche ini, namun semuanya dihapuskan oleh Tirtodiningrat karena ia merasa kalau peristiwa ini mencemari nama baik keraton Surakarta di mana ia mengabdi. Salinan naskah Yamin ini nantinya akan diberikan kepada Perpustakaan Universitas Leiden untuk menjadi bagian dari koleksi CC Berg mereka.